Customer Service AI vs Manusia

0 Comment

Link

Berikut perbandingan keuntungan dan kelemahan menggunakan aplikasi customer service berbasis AI vs dengan manusia:

Customer Service dengan AI

Keuntungan:

  • Respon cepat โ€“ AI bisa melayani pertanyaan pelanggan 24/7 tanpa jeda.
  • Efisiensi biaya โ€“ Mengurangi kebutuhan tenaga kerja manusia dalam jumlah besar.
  • Konsistensi jawaban โ€“ Memberikan jawaban yang seragam dan minim kesalahan manusia.
  • Skalabilitas โ€“ Mampu menangani banyak pertanyaan sekaligus dalam waktu bersamaan.
  • Analisis data โ€“ Dapat merekam, menganalisis, dan memberikan insight dari percakapan pelanggan.

Kelemahan:

  • Kurang empati โ€“ Tidak bisa memahami emosi atau kondisi psikologis pelanggan.
  • Terbatas pada skenario tertentu โ€“ Sulit menangani pertanyaan kompleks di luar data yang sudah diprogram.
  • Risiko miskomunikasi โ€“ Bisa salah memahami konteks atau maksud pelanggan.
  • Keterikatan pelanggan rendah โ€“ Interaksi terasa kaku, kurang personal.
  • Ketergantungan pada sistem โ€“ Jika ada error atau bug, layanan bisa terganggu total.

Customer Service dengan Manusia

Keuntungan:

  • Empati & personal touch โ€“ Bisa memahami emosi, nada bicara, dan kebutuhan spesifik pelanggan.
  • Fleksibel โ€“ Mampu menghadapi situasi tak terduga yang tidak ada di script.
  • Membangun kepercayaan โ€“ Interaksi manusia seringkali lebih meyakinkan dan membuat pelanggan merasa dihargai.
  • Problem solving lebih kompleks โ€“ Bisa berpikir kritis dan kreatif untuk menyelesaikan masalah.
  • Hubungan jangka panjang โ€“ Membantu menciptakan loyalitas pelanggan.

Kelemahan:

  • Biaya lebih tinggi โ€“ Membutuhkan gaji, pelatihan, dan fasilitas bagi karyawan.
  • Terbatas waktu โ€“ Tidak bisa melayani 24/7 tanpa shift tambahan.
  • Kapasitas terbatas โ€“ Tidak bisa menangani banyak pelanggan sekaligus secara bersamaan.
  • Variasi kualitas โ€“ Kualitas layanan bisa berbeda tergantung individu atau kondisi mood karyawan.
  • Risiko human error โ€“ Kesalahan komunikasi, keterlambatan respon, atau lupa informasi bisa terjadi.

Melatih AI customer service tidak cukup hanya dengan memasukkan data, tetapi perlu proses yang terstruktur agar hasilnya efektif. Berikut langkah-langkah utamanya:

  1. Kumpulkan Data Percakapan
  • Kumpulkan riwayat chat, email, atau pertanyaan pelanggan yang sering muncul.
  • Buat daftar FAQ (Frequently Asked Questions) dan jawaban yang paling tepat.
  • Sertakan juga variasi bahasa (formal, santai, typo, singkatan) agar AI bisa memahami konteks.
  1. Susun Knowledge Base
  • Buat database berisi informasi produk, layanan, harga, promo, kebijakan refund, pengiriman, dll.
  • Pastikan informasinya akurat, ringkas, dan mudah dipahami.
  • Update secara berkala agar AI tidak memberikan jawaban yang sudah kadaluarsa.
  1. Gunakan Model NLP (Natural Language Processing)
  • NLP membantu AI memahami maksud pertanyaan, bukan sekadar kata-kata.
  • Latih AI dengan contoh pertanyaan yang sama tapi dengan kalimat berbeda (contoh: โ€œharga berapa?โ€ vs โ€œberapa biaya?โ€).
  1. Latih dengan Skenario Nyata
  • Buat simulasi percakapan antara pelanggan dan AI.
  • Masukkan skenario umum (pertanyaan standar) dan skenario sulit (keluhan, komplain, marah).
  • Evaluasi apakah jawaban AI sesuai atau perlu diperbaiki.
  1. Gunakan Human-in-the-Loop
  • Awalnya, biarkan manusia memantau dan memperbaiki jawaban AI.
  • Setiap koreksi dari manusia dijadikan data baru untuk melatih AI agar makin pintar.
  1. Integrasi dengan Sistem Internal

-Hubungkan AI dengan CRM, database pesanan, atau sistem pembayaran agar bisa memberi jawaban real-time (contoh: status pesanan, stok barang, dll).

  1. Monitoring & Evaluasi
  • Pantau percakapan AI secara rutin.
  • Lihat metrik: kepuasan pelanggan, tingkat penyelesaian tanpa bantuan manusia, dan jumlah eskalasi ke CS manusia.
  • Lakukan perbaikan terus-menerus.

Intinya: AI customer service harus dilatih dengan data nyata, dipantau oleh manusia, dan diperbarui secara berkelanjutan.

Tags:

Share:

Related Post